Skip to content

Lombok Eco Kriya Mempelopori Pariwisata Sirkular Lewat Tusha dan SOLAH Network

5 February 2026

LOMBOK TENGAH, 20 Januari 2026 — Konsorsium Lombok Eco Kriya—yang terdiri dari Plana, Timba, dan Wise Steps Foundation—dengan dukungan penuh dari Instellar Impact melalui program Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0, hari ini menggelar kegiatan diseminasi program Ekosistem Pariwisata Hijau berbasis ekonomi sirkular di Lombok Tengah.


Bertempat di Tampah Hills, acara ini tidak hanya dihadiri oleh perwakilan industri pariwisata, pemerintah, dan akademisi, tetapi juga menjadi momentum bersejarah bagi peluncuran inisiatif yang mengubah wajah pariwisata Lombok. Kegiatan ini menandai puncak capaian dampak program Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0 yang telah berjalan sejak Februari 2025, sekaligus memperkenalkan solusi nyata bagi tantangan sampah di Destinasi Super Prioritas Mandalika.


Peluncuran Tusha.id: Inovasi Bisnis Hijau Berbasis Masyarakat
Sorotan utama acara ini adalah peluncuran resmi laman situs Tusha.id, sebuah merek bisnis hijau berbasis masyarakat yang memproduksi amenities hotel ramah lingkungan.
Melalui pengembangan bisnis ini, masyarakat Lombok Tengah, khususnya di Desa Bonder, telah dibekali keterampilan mengolah sampah plastik dan material Planawood menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Produk yang dihasilkan meliputi coasters (tatakan gelas), gantungan kunci, tray, kotak tisu, botol sampo, serta produk pendukung operasional hotel lainnya.


“Inisiatif ini membuktikan bahwa sampah dapat diubah menjadi kemewahan. Tusha telah berhasil menciptakan rantai nilai baru di mana masyarakat desa penyangga tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi berperan aktif sebagai pemasok utama dalam industri pariwisata Mandalika,” ujar Ayu Masita, perwakilan Konsorsium Lombok Eco Kriya.


Dampak Nyata: Ekonomi Meningkat, Lingkungan Terjaga
Sebagai ekosistem pariwisata hijau sirkular pertama di Pulau Lombok, inisiatif ini telah mencatatkan dampak ganda yang signifikan. Masyarakat mitra berhasil mencatat peningkatan pendapatan rata-rata hingga 30 persen, membuktikan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan kesejahteraan ekonomi. Selain itu, program ini telah meningkatkan kesadaran 372 warga desa penyangga Mandalika terhadap pemilahan sampah berbasis sumber di area sasaran.


Produk-produk Tusha kini telah terserap dan digunakan oleh mitra industri pariwisata terkemuka yang peduli lingkungan, termasuk Nine-nine, Mandala Eco Villa, Innit Lombok, Holiday Resort Lombok, dan tentunya tuan rumah acara, Tampah Hills.


Menguatkan Jejaring Lewat SOLAH Network
Untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang, konsorsium juga memperkenalkan SOLAH Network (Sustainability of Oceans, Land, Air, and Heritage) sebagai platform kolaborasi utama. Jejaring ini menghubungkan masyarakat, pelaku bisnis, dan pemangku kepentingan untuk mendorong aksi kolektif menuju Lombok yang lebih hijau.
“SOLAH adalah ruang penguatan jejaring lintas pemangku kepentingan. Kami memastikan bahwa praktik pariwisata berkelanjutan ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berkembang melalui kolaborasi yang transparan dan terukur,” tambah perwakilan konsorsium.