News

ASIC: Menciptakan Solusi Kehidupan Berkelanjutan di Asia



Data PBB menunjukkan 60% populasi di Asia-Pasifik pernah tinggal di perkotaan. Perkembangan kehidupan urban dalam dua dekade terakhir memiliki dampak besar terhadap keberlangsungan planet ini. Sejumlah negara seperti Singapura, China, Korea Selatan, dan Jepang telah mengalami urbanisasi yang masif. Perekonomian, pendidikan, teknologi, dan inovasi di negara-negara tersebut tumbuh pesat dan memperbaiki taraf hidup masyarakat urban. Akan tetapi, perkembangan ekonomi ini tidak ditunjang dengan kualitas hidup yang berkelanjutan.Data PBB menunjukkan 60% populasi di Asia-Pasifik pernah tinggal di perkotaan. Perkembangan kehidupan urban dalam dua dekade terakhir memiliki dampak besar terhadap keberlangsungan planet ini. Sejumlah negara seperti Singapura, China, Korea Selatan, dan Jepang telah mengalami urbanisasi yang masif. Perekonomian, pendidikan, teknologi, dan inovasi di negara-negara tersebut tumbuh pesat dan memperbaiki taraf hidup masyarakat urban. Akan tetapi, perkembangan ekonomi ini tidak ditunjang dengan kualitas hidup yang berkelanjutan.

Pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat urban sekarang menimbulkan masalah. Kesenjangan pendapatan, polusi, penebangan hutan, limbah, bencana, perubahan iklim, dan persoalan lingkungan lain telah bertambah secara signifikan. Berdasarkan laporan PBB, wilayah perkotaan hanya mencakup 3 persen dari luas daratan di dunia tetapi mengonsumsi hamper 75 persen kekayaan alam, menghasilkan 50 persen sampah dan bertanggung jawab atas 60 hingga 80 persen emisi gas rumah kaca secara global.

Sebagai perusahaan yang digerakkan oleh tujuan dan mendukung usaha sosial dalam mengembangkan bisnis dan memperluas dampak mereka, Instellar berinisiatif menyelenggarakan Asia Social Innovation Center (ASIC), sebuah forum di mana para innovator sosial bisa berbagi pengalaman, terhubung, dan bertemu dengan peserta lain yang memiliki tujuan yang sama, mencari ide-ide baru melalui diskusi, lokakarya, dan memetik kesempatan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan regional.

“ASIC merupakan forum untuk memaparkan, berbagi, dan membentuk kebiasaan inovatif dalam rangka mengentaskan tantangan sosial dan lingkungan saat ini. Mari kita gunakan kesempatan emas ini untuk berbagi aspirasi, jaringan, dan kolaborasi demi lingkungan dan masyarakat yang lebih baik di Asia,” Romy Cahyadi, CEO Instellar dalam sambutannya.

Acara ini digelar selama dua hari pada Kamis dan Jumat, 1-2 November 2018, memberi kesempatan bagi LSM, perusahaan, dan usaha sosial yang tidak saja menjalankan bisnis tetapi juga menyediakan solusi dan menciptakan peluang kolaborasi aktif bagi para pemangku kepentingan inovasi sosial di Asia. Dihelat di Harris Hotel, Sunset Road, Bali, Indonesia, agenda acara mencakup diskusi bertema Hidup Ramah Lingkungan, Sistem Ekonomi Ramah Lingkungan, Energi Terbarukan, dan gerakan baru B Corp dengan para pembicara berasal dari Indonesia dan Asia.

ASIC menyajikan para pembicara berwawasan seperti Rizal Malik, CEO WWF Indonesia, Kyle Parsons, Pendiri dan Presiden Indosole, Karyanto Wibowo, Direktur Pengembangan Ramah Lingkungan Danone Aqua, Refi Kunaefi, Direktur Pengembangan Proyek Akuo Energy Indonesia, Ronaldiaz Hartantyo, CMO Myotech dan masih banyak lagi.

ASIC juga menampilkan demo day program alumni Rise Inc. di mana 23 usaha sosial telah menyelesaikan program Rise Inc. gelombang 5 selama 6 bulan. Kini, Instellar menyediakan suatu forum bagi sepuluh usaha sosial terpilih dari gelombang 5 untuk memperkenalkan bisnis dan dampak sosial mereka.

Selain sesi diskusi panel, ASIC juga menampilkan The Unconference, pada hari kedua bertema Hidup Ramah Lingkungan seperti hidup tanpa polusi, isu perempuan, teknologi, dan investasi dampak sosial. Bertempat di KE{M}BALI Innovation Hub, ASIC hari kedua ditandai dengan kegiatan ekoturisme, meresapi dan memahami warisan budaya Bali yang telah berkembang selama ribuan tahun. Melalui acara ini, diharapakn setiap orang bisa memulai langkah berani dalam menggagas ide-ide bisnis yang inovatif dan berkelanjutan demi dunia yang lebih baik.