[Workshop] Human Centered Design – Female Entrepreneur ICT Program

Sign Up Wed, 18 Apr 2018
9.00 – 16.00
EV Hive Jakarta

 

 

Sasakawa Peace Foundation (SPF) didirikan sebagai organisasi nirlaba swasta, yang memperoleh dana dari Nippon Foundation dan industri kapal balap Jepang. SPF menangani isu-isu yang beragam dan kompleks yang dihadapi di abad 21 ini.

SPF bekerja sama dengan Microsoft Philanthropies untuk mempercepat akses kemampuan ICT bagi perempuan wirausaha di Asia Tenggara. Riset perdana akan dilangsungkan di Indonesia, Thailand, dan Myanmar. Jakarta menjadi kota pertama yang mengadakan lokakarya tersebut. Instellar sebagai penyelenggara terpilih bekerja sama dengan SPF untuk menyelenggarakan sebuah workshop bertema “Mempercepat Pelatihan Akses Kemampuan ICT bagi Perempuan Wirausaha di Indonesia.”

Kontribusi UKM bagi perekonomian nasional cukup besar dengan porsi mencapai 61,41 percent, sementara penyerapan tenaga kerja UKM mendominasi sekitar 97 persen dari total angkatan kerja di Indonesia. Menteri Koperasi dan UKM mengatakan dunia usaha sering kali gagal menyesuaikan diri.

Bercermin dari data statistik bahwa 60% dari UKM dijalankan oleh perempuan, hal ini menjadi alasan mengapa perempuan perlu mengembangkan bisnis karena mereka tidak saja menjalankan bisnis tetapi juga menjaga keluarga. ICT memfasilitasi perempuan wirausaha untuk menjalankan bisnis mereka. Namun, teknologi digital atau ICT yang diperlukan bagi perkembangan bisnis tidak bisa diakses oleh banyak perempuan. Oleh karena itu, pendekatan desain yang berpusat pada manusia (HCD) cenderung digunakan, yang bertujuan untuk memahami apa yang dibutuhkan perempuan wirausaha dari ICT ini.

Sasaran program ini antara lain:

  • Mengenali kebutuhan dan tantangan yang dihadapi perempuan wirausaha di setiap segmen.
  • Mengidentifikasikan pemetaan ekosistem, yakni yang berperan lebih kentara dalam bisnis
  • Program ICT merupakan solusi yang membantu perempuan wirausaha mengembangkan bisnis melalui kurikulum pelatihan dan model penyampaian yang dipilih.

HCD merupakan proses yang bermula dari orang-orang yang kami buatkan perencanaan bisnis dan diakhiri dengan solusi baru yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. HCD adalah tentang membangun empati yang mendalam bersama peserta, menciptakan beragam ide, membangun serangkaian prototipe, berbagi bersama mereka hingga menerapkan solusi inovatif kami dalam kehidupan nyata [1].

Perempuan wirausaha sebagai pengguna yang kami layani dalam lokakarya ini akan mengidentifikasikan berbagai tantangan yang mereka hadapi, pengalaman masa lalu yang menjadi bagian perjalanan usaha mereka, mengembangkan metode untuk memecahkan persoalan tersebut, dan memahami dukungan ekosistem yang ada, serta mendefinisikan pilihan solusi mereka melalui ICT maupun non-ICT.

Di akhir program, para peserta tidak hanya akan memahami kebutuhan tetapi juga aksi yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis mereka lebih jauh.

Pengembangan gagasan dari perempuan wirausaha nano-mikro melalui konsep digital terdiri dari serangkaian aplikasi pinjaman peer-to-peer dan pinjaman lunak dengan bunga rendah serta mudah  diperoleh, aplikasi marketplace yang bisa meningkatkan penjualan, aplikasi pengajaran online bagi usaha rintisan, dan aplikasi pencari pekerja tidak terampil. Sedangkan, pengembangan gagasan melalui konsep non-digital terdiri dari pelatihan offline (luring) mengenai bisnis dan marketplace luring. Perempuan wirausaha UKM berfokus pada perangkat manajemen proyek dengan menggunakan lembar evaluasi. Sayangnya, para peserta tidak pernah menggunakan perangkatn manajemen proyek seperti Slack akibat kurangnya informasi, tetapi ada satu peserta yang tidak asing dengan Trello. Namun, peserta ini tidak memaksimalkan penggunaan Trello. Banyak dari peserta lebih menyukai gagasan-gagasan digital, bagaimana mengembangkan produk, manajemen sistem proses dalam tim/bisnis, dan manajemen logistik. Akan tetapi, sebagian besar gagasan ini berkaitan dengan pemasaran produk.

 

Rise Inc. Workshop

Pemasaran Efektif bagi Usaha Sosial

Pemasaran rintisan bagi usaha sosial menjadi sesuatu yang menantang terutama karena keterbatasan sumber daya, baik itu dari segi waktu, uang atau talenta. Dalam lokakarya ini, usaha sosial akan belajar pentingnya mengenali segmen pelanggan yang tepat, memahami para pelanggan, bagaimana menjangkau mereka, dan mengemas proposisi nilai yang atraktif untuk menciptakan strategi pemasaran yang sesuai dengan misi dan mempertahankan keberlanjutan usaha.

Lokakarya ini merupakan yang ke-3 dari Rise Inc. Stars 5. Info lebih lanjut mengenai Rise Inc. Program, kunjungi: instellar.id/riseinc

Fasilitator:

Yosanova Savitry (Principal, Markplus, Inc.)

Husin Wijaya (Business Coach)

Natalia Turangan (Head Strategis, TRYS)

 

Tanggal/Jam: Senin, 26 Maret 2018, 9.00 – 20.00

Selasa, 27 Maret 2018, 9.00 – 17.00

Tempat: Menara by Kibar





Other Events

25

Jul

2018

Workshop Impact Leadership bagi Usaha Sosial

Wed, 25 Jul 2018
9.00 – 17.00
Kolla Space Sabang

21

Feb

2018

Rise Inc. Workshop Strategi Pengembangan Produk

Wed, 21 Feb 2018
9.00 – 17.00
Menara by KIBAR